Publications

StratNews

Policy analysis, research notes, and strategic perspectives curated from trusted sources and enriched by the StratDNA team.

FeaturedEN
Maret 2026
Commentary

Iran and Middle East Conflict Impacts Global Economy

Deloitte maps the transmission of Iran conflict impacts on the global economy: surging energy prices, shipping costs up 30%, and food inflation pressure driven by disrupted Middle East fertilizer exports. The report highlights an asymmetric risk — countries outside the US bear a heavier burden due to higher exposure to regional energy disruptions. For the Bekasi-Karawang-Cikarang industrial corridor, rising logistics and energy costs risk compressing production margins and disrupting imported raw material supply chains that underpin the region's manufacturing sector.

Curated from Deloitte Insights · deloitte.comRead source →
Research NoteID
Maret 2026

Dampak Perang Iran-AS terhadap Perekonomian Indonesia: Fiskal, Rupiah, dan Ruang Kebijakan

LPEM FEB UI memetakan jalur transmisi konflik Iran-AS ke ekonomi Indonesia: capital outflow US$0,41 miliar dari pasar obligasi, rupiah melemah ke Rp17.000 per dolar AS, dan risiko defisit APBN melampaui 3% PDB jika harga minyak bertahan di atas asumsi USD70/barel. Laporan ini merekomendasikan evaluasi belanja MBG dan subsidi energi, penguatan BLT, serta percepatan diversifikasi sumber energi sebagai respons kebijakan jangka pendek.

Curated from LPEM FEB UI · lpem.orgRead →
Policy BriefID
Maret 2026

Sektor Manufaktur Indonesia di Bawah Tekanan Geopolitik: Respons Kemenperin dan Kadin terhadap Eskalasi Iran-AS

Kemenperin dan Kadin memetakan industri yang paling rentan terhadap eskalasi konflik Iran-AS: petrokimia, plastik, pupuk, logam, hingga manufaktur padat energi. Lonjakan harga minyak Brent yang kini menyentuh kisaran USD115-116/barel jauh di atas asumsi APBN USD70 mendorong kenaikan biaya produksi dan logistik secara berantai. Pelaku usaha didesak melakukan diversifikasi bahan baku, penyesuaian rute logistik, dan efisiensi operasional sambil menahan price pass-through agar daya beli masyarakat tidak tergerus.

Curated from Kemenperin / Kadin Indonesia via Liputan6 · liputan6.comRead →
Research NoteID
Maret 2026

PMI Manufaktur Indonesia Februari 2026 Tembus 53,8 - Tertinggi Hampir Dua Tahun

PMI manufaktur Indonesia mencapai 53,8 pada Februari 2026, level tertinggi dalam hampir dua tahun, menandai tujuh bulan ekspansi berturut-turut. Lonjakan permintaan baru dari pasar domestik dan kebangkitan pesanan ekspor untuk pertama kali dalam enam bulan menjadi sinyal kuat pemulihan sektor industri.

Curated from Kontan / S&P Global · kontan.co.idRead →
Economic OutlookID
Maret 2026

Ekonomi Indonesia 2025: Tumbuh di Bawah Tekanan Global

LPEM FEB UI memproyeksikan pertumbuhan PDB Indonesia hanya mencapai kisaran 4,9%-5,0% sepanjang 2025, di tengah pelemahan daya beli kelas menengah, perlambatan investasi, dan dampak eskalasi perang dagang AS yang menciptakan efek kejut terhadap perekonomian global.

Curated from LPEM FEB UI · lpem.orgRead →
Research ReportEN
Februari 2026

AI Cooperation Under the Shadow of China's Digital Silk Road

DFRLab memetakan pergeseran Digital Silk Road dari konektivitas 'keras' (kabel, telekomunikasi) ke 'lunak' mencakup diplomasi tata kelola AI, penetapan standar, dan platform layanan digital. Laporan ini menyoroti risiko ketergantungan teknologi jangka panjang bagi negara-negara Global South, termasuk Indonesia.

Curated from DFRLab, Atlantic Council · dfrlab.orgRead →
CommentaryEN
Februari 2026

China's Digital Silk Road: Strategic Technological Competition and Exporting Political Illiberalism

CFR menganalisis bagaimana Digital Silk Road China beroperasi melalui empat komponen: infrastruktur digital, pengembangan teknologi domestik, e-commerce lintas batas, dan diplomasi digital sebagai instrumen memperluas pengaruh geopolitik sekaligus mengekspor model tata kelola siber yang berorientasi kedaulatan negara.

Curated from Council on Foreign Relations · cfr.orgRead →
Policy BriefID
Februari 2026

Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat: Manufaktur Ekspansif, Surplus Neraca Perdagangan 68 Bulan Berturut-turut

Tiga indikator utama menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia: inflasi terkendali, neraca perdagangan surplus selama 68 bulan berturut-turut, dan PMI manufaktur yang terus berekspansi. Kemenko Perekonomian menegaskan fondasi ini sebagai modal menghadapi ketidakpastian global dan target inflasi 2026 di kisaran 2,5+-1%.

Curated from Kemenko Perekonomian RI · ekon.go.idRead →
CommentaryEN
Januari 2026

Indonesia's $130 Billion Digital Economy: Policy Readiness for Global Tech Investment

Indonesia is projected to reach a $130 billion digital economy by 2025, attracting major global players including AWS. Analysts from CTIS note that sustainable investment inflows depend on credible regulatory reform around cloud policy, data governance, and inter-agency coordination.

Curated from CTIS Indonesia · ctis.idRead →
Economic OutlookEN
2026

Indonesia's Economic Outlook 2026: Resilient, but Acceleration Elusive

Indonesia memasuki 2026 dengan stabilitas sebagai kata kunci. Pertumbuhan PDB diproyeksikan stabil di kisaran 5%, namun akselerasi terhambat oleh tekanan pasar tenaga kerja, investasi asing yang terkonsentrasi pada hilirisasi mineral, dan ketidakpastian perdagangan global. Danantara menjadi taruhan besar pemerintah untuk mendorong investasi ke sektor prioritas.

Curated from Business-Indonesia.org · business-indonesia.orgRead →
Policy BriefID
Juni 2025

Membangun Ketahanan di Tengah Ketidakpastian: Perdagangan dan Investasi Berkelanjutan Indonesia 2025

Laporan tahunan CSIS Indonesia menyoroti bahwa Indonesia memiliki modal domestik yang cukup kuat. Permintaan dalam negeri terjaga dan inflasi terkendali namun aspirasi pertumbuhan 8% hanya bisa tercapai bila investasi dan perdagangan internasional diakselerasi secara signifikan.

Curated from CSIS Indonesia · csis.or.idRead →
Research NoteID
Maret 2025

Prabowonomics dan Risiko Deindustrialisasi: Ketika Ambisi 8% Bertemu Realita Struktural

Para ekonom LPEM FEB UI dan CSIS mengingatkan bahwa kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo belum menjawab masalah struktural: sektor manufaktur melemah, tambahan lapangan kerja industri turun dari 600 ribu (2024) menjadi 300 ribu (2025), dan alokasi APBN dinilai kurang produktif.

Curated from The Conversation Indonesia · theconversation.comRead →
Research NoteID
2025

Pekerjaan Hijau di Subsektor TPT: Peluang Transisi yang Belum Dioptimalkan

SMERU Research Institute mengkaji potensi green jobs di subsektor tekstil dan produk tekstil Indonesia sebagai bagian dari transisi menuju ekonomi rendah karbon dengan rekomendasi kebijakan yang lebih spesifik untuk mendukung percepatan agenda hijau nasional.

Curated from SMERU Research Institute · smeru.or.idRead →
Stay Updated

Subscribe to StratNews

Latest analysis, briefs, and research updates straight to your inbox. No spam.

Unsubscribe anytime.